SPANYOL, ACTADIURMA – Laporan Uni Eropa menyebut Israel kemungkinan melanggar HAM di Jalur Gaza. Meski begitu, Brussels urung tangguhkan perjanjian dagang. Sikap keras pemimpin Eropa terhadap Israel banyak mereda usai ketegangan dengan Iran.
Setelah munculnya laporan kritis Uni Eropa terhadap catatan HAM Israel di Gaza, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengecam sikap sebagian negara anggota karena urung menangguhkan perjanjian dagang dengan Israel. Meskipun menurutnya, situasi saat ini merupakan “situasi bencana genosida”.

Menurut otoritas Gaza yang dikelola Hamas, lebih dari 55.000 warga Palestina telah tewas selama lebih dari 18 bulan operasi militer Israel.
Israel hingga kini tegas membantah tuduhan genosida, dan menegaskan sedang berperang melawan kelompok militan Islam Hamas yang melancarkan serangan teror dan penculikan sandera Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.
Dalam laporan yang dibagikan kepada negara-negara anggota Uni Eropapekan lalu, the European External Action Service menemukan adanya “indikasi” bahwa Israel melanggar kewajiban menghormati prinsip dasar hak asasi manusia.

“Kita telah menjatuhkan 18 paket sanksi terhadap Rusia karena agresinya di Ukraina, tapi Eropa, dengan standar gandanya, bahkan tidak mampu menangguhkan perjanjian asosiasi,” dengan Israel, kata Sanchez.
