Pemkab Bateng Terus Berupaya Meningkatkan Kualitas UMKM

Lokal

Rachmat Kurniawan

BANGKA TENGAH, iNews.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah melalui Disperindagkop terus berusaha meningkatkan kualitas UMKM Bangka Tengah, salah satunya dengan menggelar pelatihan penyusunan laporan keuangan UMKM berbasis standar akuntansi keuangan entitas mikro, kecil dan menengah.

Selain pelatihan penyusunan laporan keuangan UMKM berbasis SAK EMKM, dalam kesempatan ini juga turut ditandatangani perjanjian kerja sama antara Disperindagkop dengan IAIN SAS Babel, di Ruang Rapat VVIP Kantor Bupati Bangka Tengah, Selasa 5/10/24.

Plt Bupati Bangka Tengah Era Susanto mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk membantu UMKM dalam menyusun laporan keuangannya, sehingga dapat meningkatkan kualitas dari UMKM tersebut dari sisi keuangan.

“UMKM merupakan pilar penting dalam menunjang bertumbuhnya perekonomian di Indonesia, termasuk Kabupaten Bangka Tengah. Hal ini menjadi perhatian bagi kami Pemkab Bangka Tengah untuk terus meningkatkan kualitas UMKM Bangka Tengah, salah satunya adalah melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Lanjut Era Susanto, Iklim dan perkembangan UMKM Bangka Tengah tumbuh dengan pesat, yang mana hingga saat ini terdapat 25.325 UMKM.

“Pemkab Bangka Tengah terus berupaya melalui berbagai program kegiatan, dan inovasi daerah untuk mendukung hal tersebut, salah satunya hari ini melalui kerja sama dengan IAIN SAS Bangka Belitung dengan penguatan tata kelola keuangan UMKM,” ungkap Era.

Lebih lanjut dikatakan Era, permasalahan yang kerap dihadapi oleh para pelaku usaha adalah manajemen keuangan usaha yang kurang baik, sehingga pengelolaan keuangannya lemah dan itu didasari ketidaktahuan pelaku usaha akan pentingnya manajemen keuangan usaha.

“Maka diharapkan melalui pelatihan penyusunan laporan keuangan ini para pelaku usaha menyadari pentingnya manajemen keuangan serta manajemen risiko yang baik, dapat menyusun dengan rapi laporan keuangan sehingga alur keluar serta masuk dapat terlihat jelas,” terangnya

“Hal ini tentu pada akhirnya berakibat baik, misalnya ketika ada pendanaan atau investor yang ingin masuk, para pelaku UMKM sudah memiliki kredibilitas, akuntabilitas, serta transparansi keuangan yang baik sehingga dapat dipercaya,” pungkasnya.