Pasca 7 Hari Pencarian, Tim SAR Tutup Operasi SAR KM Osela

Lokal

PANGKALPINANG, Actadiurma.id – Upaya yang telah dilakukan Tim SAR Gabungan dalam melaksanakan Operasi SAR terhadap 6 POB KM Osela belum membuahkan hasil.

Pelaksanaan Ops SAR telah dilaksanakan selama 7 hari ,selanjutnya korban ditemukan dalam kondisi selamat sebanyak 3 orang , selanjutnya untuk pemulangan para korban dari RS Bhayangkara Batam dan Pangkalpinang ke Belitung terhadap 3 korban selamat, difasilitasi Direktorat Polairud Polda Babel dan korban dalam pencarian masih 6 orang hingga saat ini belum ditemukan.

Metode dalam pencarian di atas permukaan menggunakan 5 unit kapal dari Tim SAR Gabungan dan menggerakkan kapal nelayan di wilayah Bangka untuk memaksimalkan pencarian dengan Coverage 90% sesuai dengan arah drift dari lokasi kejadian hingga ke perairan Lingga Kep. Riau, selanjutnya metode pencarian di udara Tim SAR Gabungan menggunakan helikopter Bolcow dengan coverage area 95% dari yang direncanakan, dan Tim SAR Gabungan telah melaksanakan E-broadcast dan pemapelan melalui SROP dan Kansar TPI terhadap kapal – kapal yang melintas di sekitar area drift korban selama 7 hari berturut – turut.

Faktor penghambat dalam Operasi ini adalah Info awal elapsed time 80 Jam (3 Hari) sehingga luas area pencarian dari LKP ke daerah hanyutan atau ke datum cukup luas sehingga probability sangat kecil lalu Arah hanyutan (drift) tidak mengarah ke pantai.

I Made Oka Astawa menyebutkan evaluasi Operasi SAR yang telah dilaksanakan selama 7 hari sesuai dengan SOP dan dilakukan secara maksimal dengan berbagai metode untuk menemukan target, namun hingga saat ini korban belum ditemukan sehingga operasi pencarian terhadap ABK Km Osela yang pecah dan tenggelam di Perairan Karang Mardalena, Utara Pulau Gelasa, Kab. Bangka Tengah dihentikan atau ditutup.

“Selanjutnya dilaksanakan pemantauan dan jika ada informasi target ditemukan maka Operasi SAR dapat dibuka kembali.” Ungkap I Made Oka Astawa selaku SAR Mission Cordinator.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari semua unsur yang terlibat dalam Operasi Pencarian ini serta proses pemulangan korban wilayah asalnya” Tambah Oka di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang.

korban an insial (Yo),(Tau),(Sal),(Man),(Abi) dan (jor) hingga kini belum ditemukan keberadaanya, I Made Oka Astawa menghimbau apabila menemukan korban dapat menghubungi no telp Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang (0717)-9100389/4261338 Wa 0811-7810-115 atau layanan bebas pulsa 115.

Sebelumnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang menerima informasi kecelakaan kapal KM Osela yang pecah dikarenakan cuaca buruk dan tenggelam di perairan karang mardalena Pulau Gelasa Provinsi Kep.Bangka Belitung.

Informasi tersebut diterima dari Bapak Afen pada pukul 11.27 WIB , Bapak Afen pada pukul 07.20 WIB menemukan 1 orang yang tersangkut di bagan miliknya mengapung menggunakan alat apung gabus dalam keadaan selamat.

Korban pertama atas nama Hamzah adalah Kapten KM Osela. Berdasarkan penuturan kapten kapal inilah kemudian didapat informasi bahwa KM Osela berangkat dari Pelabuhan perikanan Tanjung Pandan menuju perairan karang Mardalena untuk mencari ikan pada 14 Agustus 2025 dengan Person on Board (POB) 9 orang.

Selanjutnya pada tanggal 15 agustus 2025 pukul 04.00 WIB, kapal pecah saat menghadapi cuaca buruk dan langsung tenggelam di perairan Mardalena, sebelah utara pulau Gelasa.