BANGKA SELATAN, ACTADIURMA.ID – Anggota DPRD Bangka Selatan melakukan pertemuan dengan Gapoktan Sepakat Jaya dan Perwakilan Poktan di Kantor Desa Rias Kecamatan Toboali guna menindaklanjuti kisruh penyaluran bantuan optimalisasi lahan (Oplah) bagi petani di Persawahan, Selasa (01/07/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Gapoktan Sepakat Jaya, Aryanto mengaku telah melakukan sosialisasi kepada Petani penerima bantuan terkait adanya kekurangan bantuan oplah dikarenakan adanya sistem poligon untuk mengukur luasan lahan petani yang benar-benar digarap.
Pernyataan tersebut disampaikan Aryanto saat menjawab pertanyaan Anggota DPRD Bangka Selatan Dian Sersanawati.
“Apakah sebelumnya sudah ada sosialisasi dengan petani,” Tanya Dian.
“Sudah kami sosialisasikan Bu,” Jawab Aryanto.
Ketua UPKK Gapoktan Sepakat Jaya Sukarya juga menjelaskan, kekurangan bantuan Oplah petani sebesar Rp25 Ribu tersebut bukanlah potongan melainkan dibagi rata kepada petani lainnya untuk menutupi kekurangan luasan sawah akibat terpotong sistem poligon sehingga petani yang seharusnya menerima Rp900 ribu per hektar atau Rp225 per petak sawah menjadi Rp800 Ribu Per hektar atau Rp200 Ribu Per petak sawah.
Sementara itu, Anggota DPRD Bangka Selatan Dian Sersanawati menjelaskan, dugaan pemotongan tersebut hanya miskomunikasi antara Gapoktan, Poktan dan Petani penerima.
“Setelah kita berdiskusi dengan Gapoktan dan Poktan bahwa tidak ada potongan sebesar Rp25 Ribu itu, tetapi yang disampaikan Poktan itu biaya administrasi yang dibayarkan secara sukarela oleh para petani, itu yang disampaikan oleh Gapoktan dan Poktan, jadi ini hanya miskomunikasi saja,” Jelasnya. (Tim).
