Hari Kedua Pencarian, Pekerja Ponton Isap Produksi di Laut Penganak Belum Membuahkan Hasil

Lokal

BANGKA BARAT, Actadiurma.id – Pencarian terhadap pekerja timah ponton yang hilang saat bekerja diperairan pantai penganak, bangka barat hingga sore hari ini belum membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan yang didukung oleh Rescuer USS Mentok, Pos TNI AL, Ditpolairud Polda Babel, Satpolair Polres Bangka Barat, BPBD Kab. Bangka Barat beserta masyarakat telah melakukan pencarian sejak pagi hari hingga sore hari dengan berbagai metode pencarian. Penyisiran dengan kapal nelayan dan Rubberboat telah diupayakan semaksimal mungkin para area-area sekitaran LKP.

I Made Oka Astawa, Kakansar Pangkalpinang menjelaskan pencarian pada hari kedua hingga sore hari ini telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.

Metode pencarian dengan penyisiran menggunakan Rubberboat dan penyelaman telah dilakukan oleh Tim Basarnas di lokasi kejadian dengan kedalaman 25 meter. Visibility saat penyelaman yang hampir mendekati Zero dilokasi kejadian serta arus Bawah air yang cukup kuat menjadi tantangan/kendala Tim dalam upaya pencarian.

“Untuk hasil pencarian hari ini masih nihil. Malam ini akan dilakukan pemantauan disekitaran LKP dan tim telah berkomunikasi dengan nelayan-nelayan disekitar apabila ada penemuan terhadap korban dapat segera menginfokan kepada Posko SAR di lokasi kejadian. Semoga upaya pencarian bersama ini dapat segera membuahkan hasil.” kata I Made Oka Astawa.

Sebelumnya, Korban dengan inisial W”(L/46) merupakan warga domisili bengkulu tersebut sebelumnya hilang pada 18 agustus 2025 pada pukul 16.45 WIB di atas ponton timah oleh rekan kerjanya. Diketahui korban terakhir kalinya dilihat pada pukul 16:30 sedang istirahat duduk diatas ponton setelah melakukan penyelaman. Rekan – rekan kerja korban sudah berupaya melakukan pencarian terhadap korban dengan menghampir ponton – ponton terdekat serta melakuka penyelaman di Bawah ponton hingga malam hari namun korban belum ditemukan dan pencarian di lanjutkan keesokan harinya hingga siang hari namun korban tidak ditemukan juga. Selanjutnya Rekan korban melaporkan kejadian tersebut ke kansar pangkalpinang untuk meminta bantuan SAR.