Joko Setyawanto
BATAM, Actadiurma.id – Nasib 205 orang karyawan PT. Maruwa Indonesia tekatung-katung tanpa kejelasan setelah perusahaan manufaktur tersebut mendadak menghentikan operasional dan produksi sejak April 2025.
Perusahaan yang berdomisili di Tanjung Guncang, Batu Aji, Batam ini dikabarkan kolaps setelah pasokan bahan baku dari Malaysia terhenti karena alasan tertentu.
Dampak penutupan perusahaan yang bergerak di bidang Flexible Printed Circuit (PPC) ini, nasib 205 orang karyawannya belum menemui kejelasan. Bahkan gaji 1 bulan terakhir belum dibayarkan oleh pihak perusahaan.
Upaya mediasi sudah dilakukan oleh Disnaker kota Batam, namun belum membuahkan hasil sebagaimana diharapkan.
Dilansir dari Batamline.com, menurut kepala dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, perusahaan telah menyerahkan penyelesaian hak-hak pekerja kepada likuidator namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait hal tersebut.
“Penyelesaian hak-hak pekerja dilimpahkan kepada likuidator, namun belum ada kejelasan.” kata Rudi.
